Perlu Anda ingat, untuk meningkatkan alexa rank dalam jangka panjang, DoshDosh merekomendasikan bahwa Anda harus fokus pada pembuatan konten berkualitas yang akan menarik banyak pengunjung. Jadi, bukan hanya sekadar fokus pada meningkatkan alexa rank secara instan.
Di bawah ini cara-cara meningkatkan Alexa Rank:
1. Install Alexa toolbar or Firefox’s SearchStatus extension and setting blog Anda sebagai homepage di komputer Anda. Ada dua cara mudah menginstal alexa toolbar. Jika Anda menggunakan Internet Explorer, download Alexa Toolbar for Firefox atau SearchStatus extension yang akan menampilkan Alexa Rank, Google Rank, dan juga fitur-fitur berguna lain.
2. Taruh widget Alexa Rank di blog Anda. Menurut sejumlah kalangan, bila widget itu diklik oleh pengunjung yang belum menginstal Alexa Toolbar, maka itu akan dihitung sebagai kunjungan tambahan.
3. Dorong yang lain untuk menginstal Alexa toolbar. Ini bisa sahabat atau pengunjung blog Anda sendiri.
4. Bekerja di kator atau di warnet? Jika memungkinkan, instal alexa toolbar pada semua komputer yang ada dan seting blog Anda sebagai homepage-nya. Ini akan berguna jika IP yang digunakan bersifat dinamis.
5. Minta teman untuk mereview dan merating profil blog Anda di Alexa. Memang belum +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ)
Di postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai pengertian kecerdasan emosi dan arti penting kecerdasan emosi. Dari beberapa alasan kenapa pentingnya kecerdasan emosional dalam menata kehidupan dan meraih kesuksesan maka tiba saatnya kita untuk meningkatkan kecerdasan emosional.
Setelah membaca beberapa sumber kami mendapatkan cara bagaimana kecerdasan emosi dapat kita tinggkatkan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal guna meningkatkan kecerdasan emosi.
Dua ahli EQ (Emotional Quotient), Salovey & Mayer (1990) – pengembang konsep EQ, jauh sebelum Goleman – merangkumnya menjadi lima aspek berikut ini : a. kesadaran diri (self awareness), b. mengelola emosi (managing emotions), c. memotivasi diri sendiri (motivating oneself), d. empati (emphaty) dan e. menjaga relasi (handling relationship). +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 7.5/10 (2 votes cast)
Arti Penting Kecerdasan Emosional (EQ)
Salah satu komponen penting untuk bisa hidup di tengah-tengah masyarakat adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi secara baik. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman (Ubaydillah, 2004:1) menunjukkan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% sisanya 80% ditentukan oleh serumpun faktor yang disebut kecerdasan emosional. Dalam kenyataannya sekarang ini dapat dilihat bahwa orang yang ber-IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 5.0/10 (1 vote cast)
Psikologi Lansia
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling ber interaksi satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia.
Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi, yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia, meliputi aspek fisiologis, psikologis, sosial, kultural, ekonomi dan lain-lain (Depkes.RI, 1992:6) +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 9.5/10 (2 votes cast)
Bagaimana sebuah karakter itu berkembang? Dapatkah karakter ini diolah? Jika bisa, cara efektif apa yang dapat meningkatkan sebuah karakter? Bagaimana peran keluarga, sekolah, teman, dan komunitas? Untuk menjawab semua pertanyaa di atas, saya memulai dengan beberapa pandangan tentang nilai kebaikan yang dikemukakan oleh ahli filsafat. Berdasarkan Aristotle, nilai-nilai moral menggambarkan – sungguh-sungguh- menegaskan karakter individu dan dapat diajarkan dan diperoleh dengan memberi pelatihan kepada mereka. Aquinas berpendapat bahwa nilai kebaikan adalah sebuah kebiasaan dimana setiap orang dapat berkembang dengan memilih mana yang baik dan bertindak sesuai dengan hal tersebut. Maudsley (1898) juga menegaskan bahwa karakter mengembangkan secara berangsur-angsur secara keseluruhan kehidupan dan tidak hanya berpikir dan berbicara belaka. Jadi, tidak seperti keputusan moral- yang sadar- karakter ditambahkan dengan kemampuan emosional dan tingkah laku.
Baumrind (1994, 4) memberikan definisi karakter sebagai berikut : “ Karakter menunjuk pada kebiasaan positif dan sudah diolah sebagai tanggung jawab social, komitmen moral, disiplin diri, dan kemantapan dengan kumpulan seluruh orang yang dinilai menjadi tidak sempurna, cukup memadai, atau patut dicontoh.” Variasi gagasan-gagasan tentang nasehat nilai secara terus menerus dimana karakter dapat diolah dengan pengasuhan yang baik, lembaga sekolah, dan sosialisasi, dan hal ini dapat dengan segera menjadi kebiasaan sehari-hari. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)