Penampilan penyakit pada lanjut usia (lansia) sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat berthan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Demikian juga, masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Lansia Ompong Cenderung Pikun. Tanggalnya gigi bisa berpengaruh terhadap daya ingat. Lansia (lanjut usia) yang ompong umumnya cenderung pikun.
Penelitian di Jepang terhadap 4.000 sukarelawan yang berusia 65 tahun atau lebih, meminta mereka mengikuti pemeriksaan gigi dan psikatri. Hasilnya, partisipan yang giginya sudah jarang atau bahkan ompong cenderung mengalami kepikunan dan penyakit Alzheimer tingkat awal.
Penelitian yang dipublikasikan Behavioral and Brain Function melaporkan, partisipan yang mengalami gejala pikun, jarang atau bahkan tidak pernah memeriksakan gigi mereka ke dokter. Dr. Nozomi Okamoto, ketua investigasi dari studi ini, mengatakan ini adalah salah satu penjelasan mengenai kaitan antara penanggalan gigi dan masalah daya ingat. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Tips Menjaga Kesehatan Lansia.
Penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hipertensi, stroke, dan osteoporosis sering sekali dirisaukan oleh orang tua kita yang ada di tahap Lansia. Tentu saja, sebagai putra-putri yang bangga dibilang sayang Bokap Nyokap, kita musti tahu penyakit-penyakit metabolik yang ada serta apa saja yang musti diberikan untuk mereka. Masih ingat slogan Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati kan?
Kita sedikitnya musti tahu bahwa penyakit metabolik merupakan momok bagi orangtua Lansia. Usia diatas 50 tahun rentan sekali terhadap penyakit-penyakit, yang diantaranya: kencing manis (diabetes melitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), stroke, serta pengeroposan tulang (osteoporosis). +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 5.0/10 (2 votes cast)
Perkembangan Psikososial Masa Dewasa Akhir. Akibat perubahan Fisik yang semakin menua maka perubahan ini akan sangat berpengaruh terhadap peran dan hubungan dirinya dengan lingkunganya. Dengan semakin lanjut usia seseorang secara berangsur-angsur ia mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya karena berbagai keterbatasan yang dimilikinya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial para lansia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitasnya sehingga hal ini secara perlahan mengakibatkan terjadinya kehilangan dalam berbagai hal yaitu: kehilangan peran ditengah masyarakat, hambatan kontak fisik dan berkurangnya komitmen.
Menurut Erikson, perkembangan psikososial masa dewasa akhir ditandai dengan tiga gejala penting, yaitu keintiman, generatif, dan integritas. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
Perkembangan Kognitif Masa Dewasa Akhir
Salah satu pertanyaan yang paling banyak menimbulkan kontroversial dalam studi tentang perkembangan rentang hidup manusia adalah kemampuan kognitif orang dewasa, seperti memori, kreativitas, intelegensi, dan kemampuan belajar, paralelel dengan penurunan kemampuan fisik. Pada umumnya orang percaya bahwa proses belajar, memori, dan intelegensi mengalami kemerosotan bersamaan dengan terus bertambahnya usia.
Kecepatan dalam memproses informasi mengalami penurunan pada masa dewasa akhir. Selain itu, orang-orang dewasa lanjut kurang mampu mengeluarkan kembali informasi yang telah disimpan dalam ingatannya. +Continue Reading
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)