Karakteristik Anak-Anak
ilmu akuntansi

Karakteristik Anak-Anak

7

Pola asuh anak dalam keluarga sangat berpengaruh dalam segala aspek perkembangan anak termasuk dalam beberapa kecerdasan anak, beberapa acuan sederhana kecakapan intrapersonal yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan anak memasuki sekolah dasar menurut Tembong (2006):

  1. Anak sudah mampu mengurus diri sendiri, antara lain dalam hal buang air kecil dan buang air besar.
  2. Anak sudah mampu melaksanakan aktivitas-aktivitas tertentu dengan inisiatifnya sendiri, misalnya bangun, mandi, dan makan tanpa harus disuruh-suruh atau di kejar-kejar untuk melaksanakan urutan tugas-tugas tersebut agar tidak terlambat sekolah.
  3. Anak sudah memiliki inisiatif sendiri untuk belajar dan segera       mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
  4. Anak sudah memiliki kesadaran bahwa untuk dapat memahami dan mendalami suatu ilmu atau kecakapan, harus belajar dengan benar.
  5. Anak sudah mampu mengelola dan mengendalikan serta mengelola emosinya secara tepat guna (appropriate) dan konstruktif, bukan secara destruktif (mengamuk, membanting, memukul, berguling-guling dan sebagainya).

Beberapa aspek diatas mau tidak mau harus dimiliki oleh anak, guna kesuksesan belajarnya. Menurut Tembong, melalui proses pembelajaran yang benar, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan pengembangan lainnya, di akhir masa sekolah dasar, diharapkan anak memiliki (2006:148):

  1. Need of Achiement (keinginan untuk berprestasi) yang cukup tinggi. Keinginan yang muncul dari dirinya sendiri atau kebutuhan menjadi lebih baik dari hasil sebelumnya.
  2. Need of competences (kompetensi) Keinginan atau kebutuhan untuk mampu menguasai berbagai macam kecakapan yang diperlukan dalam perkembangan berikutnya.
  3. Kemampuan mengelola dan mengungkapkan emosi-emosi nya secara lebih dewasa
  4. Kemampuan untuk menentukan pilihan atas stimulus yang positif dan konstruktif.

Adapun beberapa tolak ukur keberhasilan yang cukup penting dan mendasar  dalam perkembangan kecakapan interpersonal (Tembong, 2006:152):



  1. Anak-anak mampu menjalin kerja sama dan kesetiaan   persahabatan yang positif dengan teman sebaya.
  2. Anak-anak mampu memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf bila mereka bersalah.
  3. Anak-anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial atau pertemanan baru.
  4. Anak mampu mengidentifikasi peranan penting dirinya, baik didalam lingkungan keluarga, sekolah maupun di kalangan teman-teman sebayanya.

Musim penghujan, rumah anda belum ada kanopinya? Lihat harga dan model terbaru => Daftar Harga!


Artikel yang terkait dengan Karakteristik Anak-Anak :

Dapatkan update terbaru via Twitter @belajarpsikolog, atau ikuti komunitasnya di Facebook

7 Responses

  1. karnadi says:

    wah bagus mas artikelnya, pas banget sy juga punya anak baru sd juga, tp setelah saya baca artikel di atas sekilas kok rasanya seperti dipaksakan untuk si anak, maksud saya seolah si anak dipaksa untuk berprestasi di sekolahnya(akademik), saya akan lebih setuju kalo sianak juga di matangkan dari segi penalarannya juga, maksud saya dalam menghadapi tantangan hidup nya kelak, dan ini hanya dipunyai oleh para kaum yg belajar tentang entreprenership mas, mungkin gak ya kalo semenjak dini sudah ditanamkan jiwa entrepreneurshipnya minimal ditumbuhkan……..
    terima kasih

    • arya says:

      Terima kasih mas kanardi untuk apresiasinya dan telah berkunjung ke blog kami..
      Saya juga setuju dengan pandangan mas Kanardi, Anak yang selalu ditekan untuk selalu berprestasi disekolahnya dalam akademik saja juga masih kurang untuk menghadapi masa depannya kelak. Tidak hanya untuk entrepreneurship tetapi juga jiwa kreatifitas anak, seorang entrepreneur dituntut untuk menjadi jiwa yang kreatif dan tanggap dengan perkembangan jamannya.
      Salah satu contohnya semisal anak dimasukkan ke dalam kelas akselerasi dari kecil yang hanya dipompa untuk selalu berlajar akan akademik tanpa dipompa self delevopmentnya mungkin saat terjun di masyarakat juga akan kesulitan beradaptasi, proses sosialisasi dengan masyarakat cenderung kurang, yang berdampak pada perkembangan psikologisnya. Kalo bisa diistilahkan otak kirinya lebih maju daripada otak kanan.

  2. Fikar says:

    Matur nuwun mas atas sharing informasinya ttg karakteristik anak ini, tapi alangkah baiknya kalau buku Tembong itu disertakan daftar pustakanya sehingga dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah ^_^

    Saya share referensi bukunya, saya juga muter2 carinya ini mas: Tembong George Prasetya. 2006. Smart Parenting. Jakarta: PT. Gramedia

Proudly designed by Theme Junkie.