Teori psikoanalitik oleh Sigmund Freud
ilmu akuntansi

Teori psikoanalitik oleh Sigmund Freud

7

Teori psikoanalitik oleh Sigmund Freud

Teori-teori yang diusulkan oleh Sigmund Freud menekankan pentingnya peristiwa masa kanak-kanak dan pengalaman, namun hampir secara khusus berfokus pada gangguan mental bukan yang berfungsi normal.

Menurut Freud, perkembangan anak digambarkan sebagai serangkaian “tahap psikoseksual. Dalam “Essay Tiga pada Seksualitas” (1915), Freud diuraikan tahapan ini sebagai oral, anal, latency tiang, dan kelamin. Setiap tahap melibatkan kepuasan hasrat libidinal dan kemudian dapat memainkan peran dalam kepribadian orang dewasa.

Teori psikoanalitik

Aliran psikoanalitik mempelajari perkembangan kepribadian dan perilaku abnormal daripada aliran psikologi. Aliran ini di kembangkan oleh Dr. Sigmund Freud sehingga lebih dikenal dengan nama Aliran Freud. Proses pengobatan gejala-gejala hysteria mulai dari pembiusan kemudian beralih ke hipnotis dan terapi bicara atau psikoanalisa yang mengutamakan pentingnya proses ketaksadaran.



Aliran Psikoanalitik terdiri dari dua variasi yakni personal dan interpesoanal, bagaimana kepribadian mempengaruhi belajar dan perilaku. Aliran personal dari teori psikoanalitik adalah tradisi Sigmund Freud yang berpendapat bahwa orang bertindak atas dasar motif yang tak disadarinya maupun atas dasar pikiran, perasaan dan kecenderungan yang disadari dan sebagaian disadari.

Dasar pendapat dan pandangan Frued berangkat dari keyakinan bahwa pengalaman mental manusia tidak ubahnya seperti gunung es yang terapung di samudra yang hanya sebagian terkecil yang tampak, sedankan sembilan persepuluhnya dari padanya yang tidak tampak, itulah yang merupakan bagian /lapangan ketidak sadaran mental manusia berupa pikiran kompleks,perasan dan keinginan-keinginan bawah sadar yang tidak dialami secara langsung tetapi ia terus mempengarui tingkah laku manusia.

Bagi Frued segala bentuk tingkah laku manusia bersumber dari dorongan-dorongan alam bawah sadar. Dialektika antara kesadaran dan ketidaksadaran ini dijelaskan Frued dalm tiga system kejiwaan.

Teori psikoanalitik oleh Sigmund Freud

Musim penghujan, rumah anda belum ada kanopinya? Lihat => Harga Kanopi Baja Ringan!


Artikel yang terkait dengan Teori psikoanalitik oleh Sigmund Freud :

Dapatkan update terbaru via Twitter @belajarpsikolog, atau ikuti komunitasnya di Facebook

7 Responses

  1. Ebe Kuntjojo says:

    Terlepas dari beberapa teorinya kontroversi, misalnya teori tentang tahap-tahap perkembangan kpribadian, tidak dapat dipungkiri, Sigmund Freud merupakan pemikir yang hebat dalam psikologi. Konsepnya tentang ketidak sadaran serta sistem kepribadian yang terdiri dari das Es, das Ich, dan das Ueber Ich sangat menarik untuk dikaji. Pengaruh pemikiran Freud bukan hanya dalam bidang psikologi, tetapi juga dalam psikiatri, sastra, dst.

    • Admin says:

      Sejalan dengan pemikiran bapak Kuntjojo, saya sendiri melihat dari teori ini sangat bermanfaat bagi kita, teori ini dapat digunakan sebagi penyembuhan penyakit kejiwaan, dan dia merumuskan teori tentang struktur pribadi manusia dan dia juga mengembangkan atau mempopulerkan teori psikologi yang bersangkutan dengan rasa cemas, mekanisme mempertahankan diri, dan menghadapi rasa tertekan. Teori tsb sangat penting bagi kita.

  2. When I see a really great blog post I go ahead and do a few things:1.Share it with the close contacts.2.Bookmark it in some of the common bookmarking sites.3.Make sure to return to the same blog where I read the post.After reading this article I am really concidering going ahead and doing all three!

  3. Saya telah juga melihat melalui individu seperti dengan halaman web lain .

Proudly designed by Theme Junkie.