Cara Berhenti Donasi Unicef Itu Mudah, Benarkah?

Donasi di Unicef Indonesia

infografis-panduan-donasi-unicef

Cara Berdonasi di Unicef

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari berbagai masalah, salah satunya adalah berdonasi melalui Unicef Indonesia, Sedikit dari anda sangat-sangat berarti bagi mereka. Jangan tunda lagi niat baik anda untuk berdonasi, mudah hanya dengan cara membuka link ini https://www.supportunicefindonesia.org/ anda bisa langsung memberikan donasi. Jika anda memiliki pertanyaan seputar donasi bisa menghubungi unicef indonesia melalui https://www.supportunicefindonesia.org/contact-us.

Cara berdonasi

  • Kunjungi website https://www.supportunicefindonesia.org/
  • Pilih tipe donasi (donasi rutin atau donasi satu kali)
  • Isi form, Informasikan data diri anda
  • Pilih Cara donasi (kartu kredit, transfer bank, internet banking dan convenience store)

Mudah Cara Berhenti Donasi Unicef

Bagaimana jika anda ingin tahu cara berhenti donasi unicef ?, Sebelum menghubungi pastikan bahwa anda akan dilayani pada jam operasional: Senin s/d Jumat pada pukul 09.00 WIB – 17.00 WIB. Dibawah ini adalah panduan cara berhenti donasi unicef :

1. Menghubungi no telepon (021) 8066 2100

langkah 1 cara berhenti donasi unicef

Bisa dengan menghubungi layanan donatur melalui telepon di nomor telepon (021) 8066 2100, Telepon UNICEF Indonesia Sekarang +62-21-8066-2100, Sebelum menghubungi jika anda menggunakan HP, pastikan bahwa baterai hp anda tidak sedang kritis (low batt), hindari tempat bising supaya komunikasi anda bisa berjalan baik dan anda dapat mendengar penjelasan dan pertanyaan dengan jelas.

2. Menghubungi melalui e-mail

langkah 2 cara berhenti donasi unicef

Anda juga dapat menghubungi layanan donatur dengan mengirimkan pesan (e-mail) behenti donasi ke alamat e-mail ids.donorlove@unicef.org, pastikan e-mail yang anda kirimkan memiliki subject dan isi, anda juga dapat menginformasikan data diri anda seperti nama dan alamat, tunggu hingga anda mendapatkan e-mail balasan dan ikuti langkah (panduan) selanjutnya.

Apa itu Unicef ?

Mungkin pertanyaan ini sering kita temukan sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar, pertanyaan seputar apa kepanjangan Unicef, Apa yang dimaksud unicef, unicef adalah badan yang berada dibawah naungan PBB untuk mengurusi apa dan lain-lain. Sehingga organisasi ini sangat familiar dengan kita hingga saat ini, bahkan mungkin 75% dari kita hafal tentang tugas dan fungsi Unicef.

Definisi Organisasi Internasional

Untuk memenuhi kepentingan nasionalnya suatu negara memerlukan interaksi dalam dunia internasional termasuk Indonesia, dengan bergabung dalam suatu organisasi internasional akan menjadi wadah interaksi bagi negara-negara. Keberadaannya sangat diperlukan karena begitu banyaknya kepentingan-kepentingan suatu negara.

Sebagai jembatan dan wadah dalam mencapai kepentingan nasional suatu negara itu maka dibentuklah organisasi – organisasi internasional. Organisasi internasional menjadi sebuah jawaban atas kebutuhan pergaulan internasional.

Suatu ciri konstan dari peradaban yang matang antara lain adalah tumbuhnya pergaulan internasional yaitu perkembangan hubungan-hubungan antara rakyat yang beragam, kemajuan dalam bidang mesin-mesin komunikasi, keinginan untuk berdagang sehingga memerlukan pengaturan melalui cara-cara kelembagaan.

Pendapat Clive Archer
Berikut pendapat Clive Archer dalam International Organization mendefinisikan organisasi internasional adalah suatu struktur formal dan berkelanjutan yang dibentuk atas suatu kesepakatan antara anggota-anggota (pemerintah dan non-pemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan bersama para anggotanya.

Pendapat Theodore A. Colombus dan James H. Wolfe
Selanjutnya menurut Theodore A. Colombus dan James H. Wolfe dalam bukunya Introduction to International Relation: Power and Justice mendefininisikan Suatu organisasi internasional harus melihat tujuan yang ingin dicapai, intstitusi yang ada, suatu proses pemikiran peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah terhadap hubungan antara suatu negara dengan aktor-aktor non negara.

Definisi Unicef

UNICEF sebagai badan yang di tunjuk oleh PBB untuk menanggulangi anak-anak di dunia di beri kewenangan sesuai mandatnya untuk melindungi jiwa anak-anak dan membantu meningkatkan perkembangannya.

Di artikel ini selain cara berhenti donasi UNICEF, kita juga akan bahas Pengertian UNICEF menurut ahli Jack C Plano dan Roy Olton dalam kamus Hubungan Internasional adalah: Suatu organisasi yang didirikan oleh Majelis Umum tahun 1946 untuk memberikan bantuan darurat pangan, obat-obatan serta sandang pada anak-anak prihatin (melarat) di negara yang hancur dilanda perang. UNICEF memperluas jangkauannya hingga negara sedang berkembang serta telah meningkatkan kegiatan sampai meliputi pendanaan proyek nasional untuk pendidikan lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, serta pengendalian wabah penyakit, dengan memenuhi dana yang diajukan negara penerima bantuan.
United Nation International Children’s Emergency Fund (UNICEF) merupakan gabungan oleh beberapa negara anggota PBB, terbentuk karena kesadaran tentang korban perang, pasca peperangan Perang Dunia II, di mana korban anak-anak dan perempuan sangat banyak, dan perlindungannya pun diatur dalam Konvensi Jenewa Humaniter.

Pada tanggal 20 November 1989 Konvensi tentang Hak-Hak Anak, disetujui oleh majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. UNICEF adalah kekuatan pendorong yang membantu membangun dunia di mana hak-hak setiap anak dapat terwujud.

UNICEF sendiri diciptakan dengan tujuan untuk mengatasi berbagai kendala kemiskinan, kekerasan, penyakit dan diskriminasi yang terjadi pada anak. UNICEF telah banyak berperan dalam dunia internasional yakni dengan melaksanakan program untuk memvaksinasi anak-anak terhadap penyakit menular, pencegahan HIV / AIDS, pendidikan universal, untuk anak – anak, dan lembaga ini juga bekerja untuk mengatasi kekerasan dan diskriminasi terhadap anak, jadi apakah anda akan benar-benar mencari cara berhenti donasi unicef ?.

Wajib Tahu Yang Telah Dilakukan Unicef Indonesia

Berikut kami rangkumkan kegiatan yang telah dilakukan unicef sepanjang tahun 2018.

RESPON DARURAT UNICEF TERHADAP GEMPA BUMI DI LOMBOK DAN SUL AWESI TENGAH PADA TAHUN 2018

Capaian hasil :

  • 76.000 anak usia 5-18 tahun melanjutkan pendidikan mereka dengan materi yang sesuai usia di ruang belajar sementara.
  • Lebih dari 19.000 anak mendapat manfaat dari dukungan psikososial, melalui kemitraan dengan Kementerian Sosial dan lembaga sosial masyarakat.
  • Sepuluh ruang ramah anak memfasilitasi pekerjaan ini dan menyediakan tempat untuk menyatukan kembali anak-anak yang terpisah dan tidak didampingi keluarga mereka.
  • Lebih dari 100.000 pengungsi mendapat manfaat dari peningkatan pasokan air dan layanan sanitasi.

UPAYA UNICEF MENGHASILKAN BUKTI DENGAN PARA MITRA PADA TAHUN 2018

Produksi 34 Snapshot Provinsi yang mensintesiskan data indikator-indikator kunci terkait Anak dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), dan digunakan untuk menyelaraskan Rencana Pembangunan provinsi dan Rencana Aksi SDG dengan kerangka kerja SDG nasional.

Peluncuran laporan dasar tentang SDG 4 (pendidikan berkualitas), berisi status dari 10 target pendidikan di tingkat nasional.
22.000 anak usia sekolah dasar di Jawa Barat mengikuti survei mengenai kebahagiaan mereka, melalui kerja sama dengan Biro Pusat Statistik dan Universitas Islam Bandung. Hasilnya membentuk basis Indeks Kesejahteraan Anak, sebuah alat yang berguna untuk menyediakan informasi bagi pembuatan kebijakan.

Sistem informasi masyarakat yang mendukung perencanaan berbasis bukti untuk anak-anak, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pembangunan desa, diintegrasikan ke dalam peraturan Menteri Desa yang baru (No. 16/2018) tentang prioritas pemanfaatan dana desa.

KAMPANYE IMUNISASI CAMPAK DAN RUBELLA (MR)

Menjangkau setiap anak di Ambon
UNICEF mendukung sesi penjangkauan ini sebagai bagian dari kampanye fase kedua nasional untuk mengimunisasi 31,9 juta anak.

Gempa Sulawesi Tengah

  • 27 tenda didirikan untuk mendukung ruang ramah anak dan remaja
  • 19.000 anak diberi dukungan psikososial
  • 28 anak yang hilang telah dipertemukan kembali dengan keluarganya
  • 2.096 anak diberi akta kelahiran
  • UNICEF bekerja dengan Pemerintah dan mitra untuk memberikan dukungan segera dan berkelanjutan untuk kebutuhan anak-anak, termasuk gizi, air, sanitasi, kebersihan (WASH), kesehatan, pendidikan dan perlindungan anak.
    90.000 orang mengakses air yang aman untuk dikonsumsi sebanyak 15 liter per hari
  • 73.000 orang memperoleh fasilitas sanitasi yang aman
  • 81.000 orang diberikan perlengkapan kebersihan

Donatur Sektor Swasta di Indonesia

Donatur individu7.416.884
Signify Indonesia139.471
PT Bank Central Asia Tbk58.375
Lainnya160.956
Donatur Tingkat Menengah & Yayasan/Trusts78.367
Total7.854.053

Sumbangan yang dibuat dalam Rupiah ditunjukkan dalam US $ berdasarkan nilai tukar UN 31 Des 2018 yang dilaporkan dalam Laporan Pengeluaran Pendapatan 2018.

Selengkapnya bisa dilihat di halaman ini https://view.officeapps.live.com/……Cara-Berhenti-donasi-unicef.docx (Filetype:.docx Size: 67.3KB LastModified:27/10/2019 Pages:2)

Good News From UNICEF

Setelah diatas kita bahas cara berhenti donasi UNICEF kini saya akan rangkumkan beberapa goodnews (kabar baik) yang datang dari UNICEF Indonesia dan telah dipublikasikan di laman resminya.

26 September 2019 – UNICEF dan Bank Pembangunan Islam (IsDB) meluncurkan dana inovatif yang membuka peluang bagi filantropi Muslim menjangkau jutaan anak yang membutuhkan dukungan kemanusiaan dan membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pendanaan dialokasikan untuk program UNICEF dan IsDB di 57 Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diidentifikasi memenuhi syarat menerima pemberian Muslim, menjunjung tinggi nilai-nilai inti UNICEF dan memberikan dampak strategis terbesar bagi anak-anak dan remaja. Ini akan mencakup:

  • dukungan untuk anak-anak dalam pendidikan,
  • kesehatan dan gizi,
  • air dan sanitasi,
  • pengembangan anak usia dini,
  • perlindungan,
  • dan pemberdayaan pemuda.

19 September 2019: Angka perempuan dan anak yang bertahan hidup saat ini lebih tinggi dari masa sebelumnya, sebagaimana dinyatakan oleh data baru berupa perkiraan mortalitas ibu dan anak yang dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa* yang dipimpin oleh UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak tahun 2000, angka kematian anak telah berhasil diturunkan hampir separuhnya dan kematian ibu diturunkan lebih dari sepertiga. Hal ini dicapai terutama melalui perbaikan akses pada layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

5 Juli 2019.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggandeng organisasi PBB yakni United Nations Children’s Fund (UNICEF) dalam memberikan pelayanan membantu anak-anak yang menjadi korban krisis kemanusiaan baik di Indonesia maupun di negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di seluruh dunia. Penandatanganan perjanjian kerja sama diselenggarakan di Kantor BAZNAS, Jakarta Pusat pada Jumat, (5/7).

Bagaimana menghubungi UNICEF Indonesia terkait donasi?

Jika tulisan diatas terkait panduan cara berhenti donasi unicef dan ternyata anda masih memiliki pertanyaan sekitar donasi di UNICEF Indonesia anda dapat menghubungi UNICEF Indonesia melalui berbagai cara berikut hanya pada Jam Buka/Operasional : Senin sampai Jumat pada pukul 09.00 – 17.00 :
  1. Layanan donatur menghubungi nomor telepon unicef indonesia (021) 8066 2100
  2. Untuk berdonasi hubungi nomor telepon unicef indonesia: (021) 5317 0999, (021) 2550 8200
  3. Menghubungi melalui E-mail ids.donorlove@unicef.org
  4. Alamat Unicef Indonesia World Trade Center 6, Lantai 10, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 31, Jakarta 12920, Indonesia
Disarankan :  Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Oleh Siswa

Sejarah Perkembangan Unicef Indonesia

Periode Tahun 1948 – 1950

Tahun 1948

Pertama kali UNICEF memberikan bantuan darurat ke Indonesia untuk mencegah kelaparan karena kekeringan hebat di pulau Lombok

Tahun 1949

Kerja sama resmi terjalin dengan Republik Indonesia dengan membangun dapur susu di Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan baru.

Tahun 1950

Kesepakatan resmi ditandatangani pertama antara UNICEF dan pemerintah Indonesia yang mencakup pengembangan program Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) dan Program Pengawasan Framboesia atau Patek

foto-lawas-unicef-indonesia

Dr. J. Nirula, dokter hewan berkebangsaan India, ditunjuk sebagai kepala perwakilan UNICEF Indonesia pertama.

Periode tahun 1956 – 1960

Tahun 1956

Sekolah Program Kesehatan didirikan atas bantuan UNICEF sebagai perpanjangan dari program MCH.

Tahun 1960

Dr. Nirula meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Mr. Milton Gregg, yang sebelumnya menjadi Menteri Kabinet di Kanada.

Periode Tahun 1961 – 1970

Tahun 1961

Program Layanan Sosial merupakan awal kerja sama dengan Departemen Sosial untuk melatih para pengasuh panti asuhan. Lalu dalam perkembanganannya program ini mencakup bantuan pada Kursus Pelatihan Kesejahteraan Sosial bagi para pekerja sosial dari pemerintah.

Tahun 1962

Program Pendidikan didirikan dengan fokus utama pada pengembangan kualitas guru-guru sekolah dasar. Program ini juga mencakup komponen luar sekolah yang disebut Pendidikan Hidup Keluarga. Kelak program ini menjadi embrio Program Kesejahteraan Keluarga di seluruh Indonesia.

Milton Gregg meninggalkan Indonesia dan mulai bekerja lagi pada Pemerintah Kanada. Posisinya digantikan oleh Gordon Messages

Tahun 1964

Bantuan UNICEF pada Indonesia seluruhnya mencapai US$15 juta dalam kurun waktu 14 tahun kerja sama.

31 Desember 1964

Indonesia keluar dari keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa

12 Pebruari 1965

Pemerintah Indonesia menghentikan perjanjian kerja sama sebelumnya dengan UNICEF.

1 Maret 1965

UNICEF menutup kantornya di Indonesia.

Tahun 1966

23 September 1966

Indonesia bergabung kembali dengan PBB.

17 Nopember 1966

Brian Jones, Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pakistan, menandatangani perjanjian baru dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Adam Malik, untuk memulai kembali karya UNICEF di Indonesia. Lalu UNICEF membuka kembali kantornya di Jakarta, pertama di Jl. Probolinggo No. 2 dan kemudian di Jl. Diponegoro No. 68-70

Mei 1967

Dewan Eksekutif UNICEF menyetujui komitmen bantuan US$ 3.5 juta untuk programprogramnya di Indonesia. Ini merupakan komitmen bantuan terbesar di dunia kala itu.

Agustus 1967

Martin Sandberg menjadi Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia pertama setelah putusnya hubungan diplomasi.

Januari 1969

Rencana Operasi untuk Penguatan Layanan Kesehatan dibentuk. Rencana utama ini merupakan rencana operasi pertama untuk seluruh program kesehatan dan dikembangkan dengan bantuan UNICEF.

1 April 1967

Pemerintah Indonesia pertama kali meluncurkan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita I).

Tahun 1969

Program Pemenuhan Air Pedesaan dibangun sebagai bagian dari Rencana Utama dengan bantuan UNICEF dan WHO.

Oktober 1969

Diadakan Konperensi Nasional tentang Anak dan Pemuda dalam Perencanaan Pembangunan yang diorganisir atas bantuan UNICEF. Konperensi ini ingin meletakkan dasar untuk melibatkan anak-anak dan pemuda dalam perencanaan pembangunan. UNICEF makin dikenal di kalangan para pembuat rencana di pusat dan pejabat sebagai sebuah lembaga internasional yang menaruh perhatian dengan pembangunan sumber daya manusia muda dalam konteks perencanaan nasional.

Periode Tahun 1971 – 1980

Tahun 1971

Bantuan UNICEF untuk Program Pembangunan Masyarakat dimulai dengan melibatkan pelatihan para pekerja. Tujuannya untuk membantu Komite Sosial Desa memenuhi kebutuhan perkembangan dan kesejahteraan anak dan pemuda melalui masyarakat.

1973

Program Pembangunan Sosial Perkotaan/Pedesaan dibangun dengan tujuan mencapai perkembangan optimal anak-anak dan kaum muda dalam perencanaan dan pembangunan regional.

31 Oktober 1973

Kantor UNICEF pindah ke Jl. M.H. Thamrin No. 14, Jakarta, karena disana badan-badan PBB berkantor.

June 1973

Martin Sandberg meninggalkan Indonesia karena akan menduduki jabatan baru sebagai Direktur Personalia dan Admininstrasi di Kantor Pusat. Posisinya di Indonesia digantikan oleh David Haxton, dari Amerika.

1974

Survei evaluasi Program Gizi Terapan menunjukkan bahwa program yang ditujukan untuk meningkatkan produksi dan konsumsi makanan bergizi untuk orang miskin itu tidak ada kemajuan berarti. Program baru yang akan dikembangkan berikutnya adalah Program Perbaikan Gizi Keluarga yang mencakup surveilans gizi dan program pengawasan terhadap kekurangan vitamin A, yodium dan zat besi.

1 April 1974

Rencana Pembangunan Lima Tahun II dimulai. Karya UNICEF pada periode tersebut terfokus pada perbaikan perencanaan dan pemberian layanan kepada anak-anak. Pemerintah memilih 10 bidang yang akan dibantu UNICEF

Juni 1975

David Haxton meninggalkan Indonesia dan digantikan oleh Andre Louis yang menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Kepala Perwakilan sampai Nopember 1977.

Januari 1978

Victor Soler-Sala, warga Negara Spanyol, menjadi Kepala Perwakilan baru. Sebelum kedatangannya, Daniel J. Brooks bertindak sebagai officer-in-charge.

1979

Rencana Operasi Program Layanan Dasar bagi Anak-anak Indonesia dibuat. Komitmen UNICEF terhadap rencana utama di Indonesia ini mencapai US$ 55 juta dari sumber-sumber umum dan US$ 5 juta dalam bentuk pendanaan lain.

1 April 1979

Repelita III diluncurkan dengan memusatkan perhatian pada tercapainya tujuan pemerataan dan pemenuhan kebutuhan primer untuk semua penduduk.

23 Juli 1979

Undang-undang Kesejahteraan Anak disahkan oleh Parlemen Indonesia berdasarkan Deklarasi PBB tentang Hak-hak Anak.

1980

Sebagai tindak lanjut dari Tahun Anak Internasional, dibentuklah kelompok kerja yang mengurusi Kesejahteraan Anak secara permanen dan berkantor di Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan

Periode Tahun 1982 – 1989

1982

Program Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) mencakup satu per tiga dari 61.000 desa dan setengah dari total penduduk anak balita. Analisa kegiatan pemerintah Indonesia dan UNICEF menunjukkan dukungan UNICEF lewat pelatihan dianggap sebagai aktifitas program terpenting karena lebih dari 98 persen peserta dari kalangan akar rumput berhasil diberi pelatihan dalam waktu lima tahun kemudian. Tujuannya untuk memperbaiki sistem kesehatan bagi anak-anak dan seluruh masyarakat.

Diluncurkan proyek-proyek khusus Layanan Dasar untuk Anak-Anak, Para Ibu dan Keluarganya di Timor Timur. Proyek itu juga mencakup masalah kegiatan kesehatan dan gizi.

Maret 1982

Rencana Kesehatan Nasional disetujui oleh presiden Indonesia. Program-program yang dibantu UNICEF antara lain Perbaikan Kesehatan Masyarakart Desa, Kesehatan Ibu dan Anak, Sekolah Kesehatan, Gizi, Imunisasi dan Kebersihan Lingkungan dan Air merupakan komponen utama dalam strategi tersebut.

1983

30 Juni 1983

Victor Soler-Sala meninggalkan Indonesia untuk menduduki jabatan barunya sebagai Direktur Regional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

1983 – 1984

UNICEF tetap mendanai pelatihan sukarelawan Posyandu, menyediakan timbangan, tabel pertumbuhan, oralit, kapsul vitamin A, pil zat besi dan vaksin. Pemerintah Swiss juga memberi dana tambahan.

1985 – 1989

UNICEF membantu 1.500 kelompok belajar serta lebih dari 40.000 wanita di lima propinsi dalam rangka membantu strategi pemerintah Indonesia untuk memberantas buta huruf terutama di kalangan para wanita.

Rencana Induk Operasi (MoP) untuk Kelangsungan Hidup dan Perkembangan Anak di Indonesia ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan UNICEF.

1986

UNICEF menganugerahkan Maurice Pate Award untuk Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atas dukungan dan pengabdiannya untuk kelangsungan dan perkembangan anak-anak Indonesia.

1989

Pemerintah menugaskan para bidan yang berkualitas ke seluruh desa di Indonesia untuk membantu wanita melahirkan. Dalam kurun waktu lima tahun (sampai 1995), sekitar 49.300 bidan ditugaskan di hampir seluruh desa di Indonesia (91 persen). Dukungan utama UNICEF diberikan melalui komponen pelatihan dan pendidikan bagi para bidan.

Periode tahun 1990 – 2000

1990 – 1995

Bersama pemerintah Indonesia, UNICEF memberi bantuan untuk daerah-daerah tertentu yang mencakup lima variabel utama saat itu, yaitu buta huruf perempuan, partisipasi angkatan kerja perempuan, kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk dan rasio usia ketergantungan.

1992

Evaluasi bersama UNICEF dan pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa mereka gagal melaksanakan strategi pengawasan kekurangan yodium secara efektif di lima propinsi.

1995

Stephen Woodwhouse ditugaskan menjadi Kepala Perwakilan UNICEF. Sebelumnya ia mengawali karyanya di UNICEF dengan menjadi relawan PBB pertama di Indonesia.

1995 – 1996

Berlangsung kampanye program imunisasi polio dalam rangka memberantas penyakit polio di Indonesia sebelum 2000. Program itu sebagai bagian dari kampanye global pemberantasan
polio.

1995 – 2000

Selama Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita VI), kerjasama pemerintah Indonesia dan UNICEF telah mencakup 65 persen dari seluruh penduduk Indonesia, terutama para ibu dan anak-anak dan desa-desa yang termasuk di dalam program pengentasan kemiskinan secara nasional.

Simak Video Panduan berikut:

Baiklah sekian dulu ya cara kami membahasnya dan semoga bermanfaat.